07 Desember 2015

Musim Depan Ducati Tak Lagi Spesial, Gigi Dall'Igna Tetap Optimis

General Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna sangat berharap Ducati tidak kehilangan konsesi teknis di MotoGP pada musim depan. Tapi jika hal ini terjadi Gigi percaya Ducati harus mampu meningkatkan keunggulan terutama dalam pilihan ban pada musim depan.

Ducati tak lagi berhasil meraih juara sejak tahun 2010 tapi pabrikan Italia itu berhasil mendapatkan keuntungan dari konsesi pada open class, contohnya saja bahan bakar ekstra, perubahan mesin lebih, dan pilihan ban belakang yang lebih lembut serta ducati tidak dibatasi dalam pengujian mesin dan sesi latihan tambahan.

ducati tak lagi spesial

Tapi keuntungan yang dimiliki Ducati ini akan mendapatkan protes setelah pada MotoGP 2015 mereka berhasil meraih enam podium bersama pembalap mereka Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone.

Musim 2016 Ducati tak lagi akan mendapat keuntungan spesial dalam balapan, mereka akan segera bergabung bersama Yamaha dan Honda tanpa mendapatkan keuntungan teknis dalam balapan tahun 2016.

Untuk musim depan semua pabrikan ataupun open class akan menggunakan ECU tunggal, ini wajib untuk semua pabrikan dan tim pada open class.

Keuntungan bahan bakar Ducati yang awalnya 24 liter akan disama ratakan untuk semua menjadi 22 liter, sebelumnya tim lain hanya mendapat 20 liter dan musim depan akan ditambah 2 liter. Kemudian alokasi ban belakang lebih lembut untuk Ducati akan di hapuskan dan tetap akan menggunakan ban Michelin.

Untuk MotoGP 2016 Ducati juga sudah mendapatkan larangan pengembangan mesin mesin di musim dan pengujian tambahan ini akan membawa manfaat besar bagi Aprilia dan Suzuki, aturan ini juga akan berlaku untuk KTM tahun 2017.

"Ban lembut sangat membantu kami dalam kualifikasi, tapi saat balapan tentu itu bukan keuntungan untuk kami." ungkat Gigi dikutip dari Crash.

"Mungkin kadang-kadang kita tidak bisa menggunakan ban terbaik - saya tidak bisa memastikan karena kami tidak menguji [pilihan tersulit] - tetapi jika sebagian besar pabrik (Honda dan Yamaha) pengendara menggunakan solusi paling sulit, mungkin ini adalah pilihan terbaik untuk ras dan kita tidak bisa menggunakannya. Jadi mungkin masa depan bisa lebih baik dari masa lalu. "

musim terbaik ducati


Musim lalu Ducati menghabiskan banyak bahan bakar, setelah berhasil meraih podium ganda di seri Qatar akhirnya asupan bahan bakar dipotong 2 liter sehingga menjadi 22 liter saja. Kemudian di Mugello Iannone berhasil mencatatkan rekor top speed tertinggi 350.8 km/h selama latihan terakhir.

Tapi apakah Ducati akan kehilangan performa mesin mereka setelah musim ini semua keuntungan untuk Ducati akan di hapus ?

Gigi Dall'Igna mengatakan tidak. 

"Untuk bahan bakar kita menggunakan 22 liter pada saat ini, jadi kami masih akan memiliki jumlah yang sama tahun depan. Jadi kita tidak harus mengembangkan sepeda arah ini, "katanya. "Yang pasti, pesaing kita dapat meningkatkan sedikit kinerja mesin mereka dengan dua liter ekstra. Tapi terus terang saya berpikir bahwa kita masih dapat memiliki keuntungan dalam hal performa mesin juga tahun depan. "

Ducati tetap yakin meskipun kehilangan konsesi pada musim depan mereka dapat mampu bersaing dengan pesaing mereka, bahkan mereka mengaku sudah banyak membuat perkembangan untuk mesin di musim lalu, jadi mereka tidak terlalu bingung dengan dihapusnya keistimewan untuk mereka.