06 Januari 2016

Honda Fokus Kurangi Agresif Motor RCV, Tapi Tak Lebih Baik Dari Mesin 2015

Kegagalan tim Repsol Honda di MotoGP 2015 tak lepas dari pemberitaan bahwa motor mereka di tahun lalu terlalu agresif sehingga sangat sulit dikendalikan oleh dua pembalap mereka, persiapan Honda untuk musim depan mereka sangat fokus untuk mengurangi keagresifan motor mereka tapi nyatana Shuhei Nakamoto mengungkapkan sampai saat ini mereka masih belum berhasil menemukan yang lebih baik dari motor mereka tahun lalu meskipun sudah mencoba berbagai hal.

motor rcv honda untuk motogp 2016

Tapi Nakamoto mengatakan para insinyur akan terus berusaha mencari tahu penyebab mengapa ini bisa terjadi setidaknya masih ada waktu sebelum musim MotoGP 2016 dimulai dan peningkatan harus segera dilakukan jika mereka tak  ingin mengulangi kegagalan di tahun lalu.

Marc Marquez memiliki tahun yang sangat sulit di musim lalu, pandangan dari Nakamoto tentang Marc musim lalu dan semua masalah yang terjadi di sekitarnya, ini jawaban lengkap dari Nakamoto untuk perjuangan Marquez di musim lalu.

foto marc marquez di indonesia

"Marquez memang tidak bisa berjuang untuk kejuaraan tahun lalu, tapi dari sudut kecepatan ia memiliki kecepatan yang sangat luar biasa hanya sayangnya enam kali jatuh di musim lalu membuatnya kehilangan kesempatan meraih gelar juara, Marc selalu mencoba memenangkan setiap balapan tapi saya tahu bahwa ia masih butuh banyak pengalaman dan saya harap semua kejadian di musim lalu akan memberikan Marc pelajaran penting sebelum memulai musim depan." ungkap Nakamoto di kutip dari Marca.

shuhei nakamotor bos pemilik honda

Lalu terlepas dari masalah mesin motor mereka untuk musim depan, Nakamoto juga di singgung soal data telemetri yang ia katakan akan di umumkan kepada publik bahwa mereka memiliki bukti data dari motor marquez bahwa Rossi memang menendang Marc Marquez.

"kami memiliki data, tapi sayangnya FIM dan Dorna meminta kami untuk tidak mempublikasikan semua ini. Kami menghormati keputusan ini, tapi kami berharap kami memiliki kuasa untuk menerbitkan ataupun menutupnya untuk selamanya." ungkap kembali dari Nakamoto.